Hadakewa, 17 April 2026 — Suasana penuh kebersamaan dan antusiasme mewarnai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang bersama umat Paroki St. Laurensius Hadakewa, Kecamatan Lebatukan, pada Jumat (17/4/2026).
Mengusung tema “Pola Asuh Permisif Orang Tua dan Dampaknya Terhadap Pencapaian Tugas Perkembangan Moral Anak Usia Sekolah Dasar”, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan tantangan keluarga masa kini, khususnya dalam membentuk karakter anak di tengah perubahan sosial yang semakin kompleks.
Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri yang kompeten di bidangnya, yakni RD. Aloysius E. Monteiro, S.Ag., M.Psi dan Emilia Dolorosa Taek, S.Ag., M.M.
Dalam pemaparannya, RD. Aloysius E. Monteiro menjelaskan bahwa pola asuh permisif merupakan bentuk pengasuhan yang memberikan kebebasan tanpa batas kepada anak, dengan minim aturan serta kurangnya pengawasan dari orang tua. Kondisi ini, menurutnya, dapat berdampak serius terhadap perkembangan moral anak, terutama dalam hal tanggung jawab, disiplin, serta kemampuan membedakan antara yang benar dan salah.
Ia juga menegaskan bahwa usia sekolah dasar merupakan fase krusial dalam pembentukan karakter dan nilai moral anak. Oleh karena itu, keterlibatan aktif orang tua sangat diperlukan, baik dalam memberikan bimbingan, batasan, maupun keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, pemateri kedua, Emilia Dolorosa Taek, menekankan pentingnya keseimbangan dalam pola asuh. Ia mengajak para orang tua untuk tidak hanya menghindari pola asuh permisif, tetapi juga menerapkan pola asuh demokratis yang mengedepankan komunikasi dua arah, pemberian batasan yang jelas, serta tetap memperhatikan kebutuhan emosional anak.
Menurutnya, anak yang dibesarkan dengan pola asuh yang seimbang cenderung memiliki kemampuan sosial yang lebih baik, lebih mandiri, serta mampu mengambil keputusan secara bijaksana. Orang tua, lanjutnya, tidak hanya berperan sebagai pemberi aturan, tetapi juga sebagai pendamping dan teladan bagi anak-anak mereka.
Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh para peserta yang terdiri dari orang tua dan umat paroki. Hal ini terlihat dari aktifnya diskusi serta berbagai pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung, mencerminkan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pola asuh yang tepat dalam membentuk generasi yang berkarakter.
Melalui kegiatan ini, diharapkan umat Paroki St. Laurensius Hadakewa semakin memahami peran strategis orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, serta mampu menerapkan pola asuh yang seimbang demi masa depan anak yang lebih baik.
Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab dan refleksi bersama yang semakin mempererat kebersamaan serta komitmen umat dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai moral yang kuat.
Red
