Kupang – Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang kembali menghadirkan ruang refleksi dan dialog bagi generasi muda melalui Diskusi Interaktif bertajuk “Terang di Balik Kegelapan: Memaknai Dokumen Vos Estis Lux Mundi (VELM) dalam Implementasinya bagi Hidup Menggereja”, yang digelar di Aula Istana Keuskupan Agung Kupang, Sabtu (21/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan pemahaman kaum muda terhadap semangat pembaruan Gereja, khususnya terkait transparansi, akuntabilitas, dan perlindungan martabat manusia. Diskusi menghadirkan narasumber ternama, yakni Prof. Dr. Fransiskus Bustan dan RP. Dr. Viktor Doddy Sau Sasi, CMF, yang membedah secara kritis sekaligus reflektif makna dan implementasi dokumen Vos Estis Lux Mundi bagi kehidupan menggereja saat ini.
Dalam sambutannya, Valentinus K. Masan, Ketua Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang sekaligus Dosen STIPAS Keuskupan Agung Kupang, menyampaikan apresiasi tinggi kepada para narasumber dan Pemerintah Kota Kupang atas dukungannya terhadap kegiatan pembinaan generasi muda. “Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir pemahaman yang lebih mendalam sekaligus komitmen nyata, khususnya bagi kaum muda, untuk menjadi terang di tengah kehidupan menggereja dan masyarakat,” ujar Valentinus.
Sementara itu, Pastor Moderator RD. Andreas J. Alo’a menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang refleksi iman yang kritis dan bertanggung jawab. Menurutnya, perkembangan teknologi dan media daring sering membuat anak muda kehilangan arah dan kurang kritis dalam menyikapi informasi viral. “Kegiatan ini bertujuan meyakinkan mereka agar tetap tenang, tidak terpengaruh, dan percaya pada hirarki yang mengatur sesuai dokumen yang berlaku,” jelas RD. Andreas.
RD. Andre Alo’a, Pastor Kuasi St. Petrus Manulai II, menambahkan bahwa Pemuda Katolik harus peka dan membuka ruang dialog agar tidak saling curiga dan menghakimi. “Gereja dipanggil untuk menjadi terang, bukan hanya dalam pewartaan, tetapi juga dalam keberanian membenahi diri, menjaga martabat setiap pribadi, serta menghadirkan rasa aman bagi semua umat,” ujarnya.
Turut hadir mewakili Wali Kota Kupang, Johanes Don Bosco Assan, Kepala Dinas Sosial Kota Kupang, yang memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, dialog semacam ini penting untuk membangun kesadaran kritis generasi muda dalam menghadapi dinamika sosial dan keagamaan. “Pemerintah Kota Kupang mendukung setiap inisiatif positif yang mendorong kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, lembaga keagamaan, dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, berintegritas, dan berkeadaban,” kata Toto Assan.
Diskusi ini dihadiri oleh pengurus DPP Paroki se-Kota Kupang, perwakilan Komisi Kepemudaan Keuskupan Agung Kupang, pengurus Pemuda Katolik Komda NTT, pengurus Komcab Kota Kupang, pengurus OMK Katedral, pengurus Senat STIPAS Keuskupan Agung Kupang, serta anak muda Katolik lainnya.
Dengan kegiatan ini, Pemuda Katolik Komcab Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk menumbuhkan generasi muda yang kritis, beriman, dan mampu menjadi terang di tengah masyarakat.
Red
