Jakarta| Ketegangan Iran melawan AS dan Israel memunculkan sorotan pada efektivitas drone murah Iran. Dilansir NBC News, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, menyebut drone Iran sebagai “ancaman nyata” dan mengklaim sistem pertahanan udara AS berhasil mencegatnya.
Namun para analis menilai situasi ini justru merugikan Washington. Drone seperti Shahed-136 hanya berharga sekitar US$30.000–50.000, sementara rudal pencegat seperti Patriot bernilai jauh lebih mahal. Artinya, AS mengeluarkan biaya besar untuk menjatuhkan senjata murah.
Peneliti dari Stimson Center dan Institute for the Study of War menilai Iran memang mengandalkan strategi perang asimetris: memakai drone murah, mudah diproduksi, dan bisa diluncurkan massal untuk menguras stok pertahanan lawan.
Drone Shahed-136 memiliki jangkauan sekitar 2.000 km, membawa 50 kg bahan peledak, dan dirancang terbang rendah guna menghindari radar. Meski sederhana, efektivitasnya di berbagai konflik menunjukkan ancaman serius bagi stabilitas kawasan dan negara Barat.
Red
