Banten – Pemuda Katolik Komisariat Daerah (Komda) Banten menegaskan komitmennya untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan demokrasi melalui audiensi bersama Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Banten yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi.
Ketua Pemuda Katolik Komda Banten periode 2025–2028, Ignatius Arie Titahelu, menekankan bahwa keterlibatan pemuda dalam proses demokrasi tidak boleh bersifat pasif, melainkan harus aktif dan berdampak nyata di tengah masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa kader Pemuda Katolik hadir di tengah masyarakat sebagai agen perubahan yang mampu mendorong demokrasi yang sehat, jujur, dan berintegritas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemuda Katolik Komda Banten siap terlibat langsung dalam pengawasan partisipatif, termasuk dalam mengidentifikasi potensi pelanggaran pemilu di tingkat akar rumput.
“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Pemuda Katolik harus terlibat langsung, mulai dari edukasi politik, pengawasan, hingga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kepemiluan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ignatius menyampaikan bahwa kolaborasi dengan Bawaslu menjadi langkah strategis untuk memperluas peran organisasi, khususnya dalam menjangkau pemilih pemula.
“Kami siap bekerja sama dalam kegiatan sosialisasi ke sekolah-sekolah, komunitas pemuda, hingga gereja-gereja. Ini penting agar kesadaran politik generasi muda semakin meningkat dan tidak mudah terpengaruh oleh praktik-praktik yang mencederai demokrasi,” katanya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemuda Katolik Komda Banten berkomitmen membangun gerakan yang berkelanjutan, tidak hanya saat momentum pemilu, tetapi juga dalam kehidupan demokrasi sehari-hari.
“Kami ingin kolaborasi ini tidak berhenti pada audiensi, tetapi diwujudkan dalam langkah konkret, termasuk rencana penandatanganan MoU sebagai bentuk keseriusan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Provinsi Banten, Ali Faisal, menyambut baik komitmen tersebut dan menegaskan bahwa pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pemilu.
Bawaslu Provinsi Banten siap untuk melaksanakan penandatanganan MoU sebagai syarat utama dalam setiap kerja sama, agar pelaksanaannya terarah, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti Pemuda Katolik sangat penting agar pengawasan tidak hanya bersifat normatif, tetapi juga memberikan dampak nyata di masyarakat,” ujarnya.
Audiensi ini menjadi langkah awal yang strategis bagi Pemuda Katolik Komda Banten untuk memperkuat eksistensi dan kontribusinya dalam menjaga demokrasi yang inklusif, partisipatif, dan berintegritas di Provinsi Banten.
Turut hadir Pengurus KOMDA Banten : Alex Leonardo Rumbi (Dewan Penasihat Awam), Agustinus Srinoto (Dewan Pakar), F.X. Seda Seso (Dewan Pakar), Steve Poto Elu (Sekretaris Komda), Etus Fasak (Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan), Marelius Zai (Wakil Ketua Bidang Moderasi Beragama dan Hubungan Masyarakat Katolik). Firnus Gulo (Sekretaris Bidang Konsultasi dan Bidang Hukum).
Red
